Gue Suka Lagu yang Gak Viral. Terus Kenapa Emang?

Published on September 22, 2025

< Back

Gue ngerasa hidup di zaman social media kaya sekarang itu persebaran informasi cepet banget. Semuanya gampang banget viral, termasuk lagu.


Dan ketika gue gak suka lagu yang lagi viral, orang-orang di sekitar gue akan bilang, “Ah! Gak gaul lo!” atau “Jadul banget sih?”. Dan disaat itu gue akan bertanya-tanya, emangnya salah ya kalau gue suka lagu yang gak viral?


Respon kaya gitu gak jarang bikin gue ngerasa tertekan. Gue bakal ngerasa selera lagu gue itu jelek, katro, atau bahkan ngerasa gak pantes berada di deket temen-temen gue.


Tapi menurut gue, di saat kaya gini lah kemampuan resilient punya peran penting untuk bikin gue merasa aman, tepatnya ketika gue suka sesuatu berbeda dari kebanyakan orang.


Kalau lo lagi berada di situasi kaya gini juga, baca artikel ini sampai akhir supaya lo bisa lebih yakin bahwa lagu itu bukan soal viral, tapi soal selera.


Gue Nggak Aneh Karena Suka Lagu yang Gak Viral


Suka sama sesuatu yang lagi trending, viral, atau booming itu seringkali dianggap keren sama mayoritas orang. Fenomena kaya gini ada istilahnya, yaitu The Bandwagon Effect.


The Bandwagon Effect itu fenomena ketika seseorang menyukai sesuatu bukan sepenuhnya karena dia suka, tapi karena banyak orang yang juga suka hal itu.


Karena ketika seseorang kelihatan suka sama sesuatu yang lagi trending, orang itu akan merasa diterima dan menjadi bagian dari masyarakat (society).


Pertanyaannya, apakah gue rela mengorbankan selera lagu asli gue demi merasa diterima oleh orang sekitar?


Suka lagu yang gak viral gak akan bikin gue jadi “anak tiri” bagi kehidupan masyarakat sekitar gue, tapi malah bikin diri gue ini jadi unik!


Mau gue suka lagu dangdut kek, lagu lawas kek, lagu metal, reggae, atau apapun itu, selera lagu tetaplah selera, dan itu sangat SAH!


Gue gak mau kalau harus terus ikutin selera orang di sekitar gue, gue gak perlu korbanin selera musik yang unik itu, dan gue juga gak perlu jelasin ke orang lain alasan kenapa gue suka lagu itu.


Gue mau jadi cowok yang unik, beda, dan yang terpenting jangan mengorbankan diri sendiri hanya untuk “merasa” diterima oleh orang lain. Jadilah diri lo sendiri!


Selera Musik Itu Personal, Bukan Kompetisi!


Suka sama lagu yang gak viral emang sering banget jadi omongan temen, tapi lo pernah gak ketemu orang yang sama-sama gak suka lagu viral, tapi dia suka adu keren soal selera musik sama lo? Gue sering banget!


Perilaku yang kaya gini juga gak kalah sering bikin sebel, apalagi kalau sampai bikin gue ngerasa selera musik gue itu “gak banget”.


Padahal bagus atau enggak-nya sebuah lagu itu relatif, tergantung telinga mana yang mendengarkan. Dan kalau mau di adu, kalau selera gue sama dia aja udah beda gak akan ketemu!


Lo sebagai penggemar band metal akan menganggap lagu pop yang slow itu membosankan dan bikin ngantuk. Begitu juga dengan gue yang penggemar musik pop akan menganggap musik metal itu ganggu, karena menurut gue itu kaya orang kesetanan.


Inilah yang gue maksud lagu itu masalah selera yang sifatnya personal, bukan suatu hal yang bisa dipukul rata untuk semua orang apalagi diajak adu keren.


Karena buat gue musik itu untuk dinikmati dan jadi vitamin hati gue sendiri, bukan malah untuk dipamerkan ke orang lain.


Playlist Gue, Cerita Gue


Kadang gue ngerasa hidup ini kayak lagi dipaksa ikut playlist orang lain. Semua orang dengerin lagu yang sama, ngejar yang lagi viral, dan lo kayak "harus suka" biar nggak dianggap aneh. Tapi gue percaya, playlist pribadi itu lebih jujur.


Gue punya beberapa lagu yang mungkin nggak pernah muncul di kepala orang-orang. Tapi setiap gue denger, rasanya kayak ngobrol sama diri sendiri, ngingetin momen gue pernah jatuh, pernah capek, tapi bisa bangkit lagi.


Buat gue, itu lebih kuat dari sekadar lirik catchy dari lagu viral yang semua orang ikutin.


Karena jadi tangguh itu bukan cuma soal otot atau badan gede, tapi tangguh juga berarti berani dengerin apa yang lo suka, meski itu nggak populer.


Berani bilang, “ini gue banget,” tanpa takut dipandang beda, dan playlist itu bisa jadi ruang healing, tempat gue nginget siapa gue sebenarnya, bukan siapa yang dunia pengen lihat.


Saran gue, kalau lo lagi kena sama social pressure, coba deh putar lagu yang bener-bener nyentuh lo. Karena di situ, lo bakal nemuin kekuatan yang nggak bisa lo dapetin dari kata-kata orang lain.